TAM menyimbolkan Tarra sebagai wanita berambut hitam se-pundak yang mengenakan seragam Toyota. Simbol wanita dikatakan dipilih terinspirasi pembalap wanita satu-satunya di Toyota Team Indonesia, Alinka Hardianti, yang dianggap punya pengetahuan luas soal otomotif.
Selain itu, Direktur Pemasaran TAM Anton Jimmy, menjelaskan nama Tarra dipilih karena punya kedekatan dengan Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tarra menjawab, "Toyota Avanza Dong! Coba aja salip, di depannya pasti sudah ada lagi".
Wakil Presiden TAM Henry Tanoto menjelaskan sistem Tarra fokus pada percakapan tanya-jawab dengan konsumen. Dijelaskan juga teknologi Artificial Intelligence pada Tarra bisa belajar dengan merekam pertanyaan-pertanyaan yang belum bisa dijawab lantas bakal dievaluasi kemudian buat meningkatkan kemampuannya memberikan solusi.
memberikan kemudahan kepada pelanggan kita selama berinteraksi dengan Toyota, dari A sampai Z," ujar Henry.
Presiden Direktur TAM Yoshihiro Nakata mengatakan perusahaan menghabiskan dana Rp3 miliar buat membangun Tarra. Dia mengatakan Tarra terkoneksi ke 38 perusahaan dealer Toyota yang total mencakup 330 dealer di seluruh Indonesia.
"Melihat keempatnya, tidak hanya awareness, tetapi interest itu juga sudah muncul di digital. Jadi tidak hanya [cari informasi] harga, spesifikasi, tetapi juga muncul interest, lalu minta dihubungi. Kalau pembelian memang masih banyak dilakukan dengan dealer kita," kata Anton.
Henry mengatakan tren konsumen saat ini, terutama pada pembeli mobil pertama, mengandalkan internet buat mencari informasi. Namun pada masa depan, Henry menilai pelayanan online dan offline masih dibutuhkan.
"Kami melihatnya akan mix, online dan offline. Online membantu mencari informasi lebih mudah, bisa mendapatkan informasi dari segala sumber. Namun pada akhirnya mereka akan mendekat ke kita, minta test drive atau melakukan pembelian. Selain online meningkat, offline juga masih dibutuhkan," ujar Henry. (fea/mik)