TAM tidak cuma jualan di Indonesia, mereka juga punya Toyota Team Indonesia (TTI) yang jadi 'laboratorium' pengembangan mobil-mobil balap seperti Yaris dan Agya untuk sirkuit aspal dan Fortuner buat ladang offroad. TTI sebenarnya juga memiliki FT86 versi balap, namun sampai sekarang belum masuk arena kompetisi.
Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto mengatakan perusahaan sudah mendukung kegiatan balap Toyota di Indonesia sejak TTI lahir pada akhir 1980-an. Sedangkan kiprah Toyota dalam balap global disebut telah dimulai pada 1970-an.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain biaya, segala kesiapan teknis mobil-mobil TTI disokong komponen balap dari TRD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ya untuk modifikasi itu segala macem nambah power, ya bisa di atas Rp1 miliar," kata Soerjopranoto di Jakarta Selatan, Selasa (13/3).
"Produk kami memiliki durabilitas tinggi dan performa yang sangat memadai di dunia balap sehingga sangat kompetitif. Terbukti melalui TTI, Toyota Yaris memperoleh juara 2017 dan 2018," ucap Soerjopranoto lagi.
Toyota Fortuner dan Agya versi Toyota Team Indonesia (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani) |
Direktur TTI Memet Djumhana mengatakan untuk musim 2019 pihaknya telah melakukan penyegaran dari sisi pembalap.
Ada nama baru yang mengisi squad TTI, di antaranya Sabrina Sameh dan Herdiko Setya Putra untuk kejuaraan balap Gymkhana. Selain itu TTI juga merekrut mantan pebalap Formula 1 Rio Haryanto sebagai penasihat.
"Masuknya Sabrina Sameh dan Herdiko, saya berharap mereka bisa dengan cepat beradaptasi dengan tim. Semangat dan kerja keras yang tinggi dari kedua pebalap itu saya yakin bisa memberi kekuatan penuh pada musim 2019," kata Memet.
Tahun lalu TTI telah berhasil mencapai kemenangan melalui dua kejuaraan, antaranya Kejuaraan Nasional Gymkhana dan Kejuaraan Indonesia Touring Car Championship (ITCC) 1.600 Max. (ryh/fea)
Toyota Fortuner dan Agya versi Toyota Team Indonesia (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)