Data Toyota berdasarkan laporan wholesales Gaikindo (penjualan dari pabrik ke dealer) distribusi Avanza selama Maret 2019 berjumlah 8.538 unit. Sementara Februari 5.700 unit, dan Januari 5.568 unit. Artinya. Toyota berhasil meningkatkan kuantitas produksi dari 5.000an level menjadi di atas 8.000an.
Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto mengatakan bahwa penjualan wholesales Avanza terkerek karena ada penambahan waktu kerja produksi Avanza yang dilakukan Astra Daihatsu Motor (ADM).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi mereka telah menambah jam kerja untuk produksi Avanza," kata Soerjopranoto saat ditemui CNNIndonesia dan detikcom di bilangan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (4/4) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya jadi mereka tertarik terhadap perubahan bentuk Avanza, yaitu eksteriornya," kata dia.
Performa Avanza masih turun naik, setelah kedatangan para kompetitor yang menawarkan suatu produk yang tak kalah bersaing, mulai Mitsubishi Xpander, Suzuki Ertiga, Honda Mobilio, dan Nissan Livina, serta Wuling Confero yang sama-sama menggunakan penggerak roda belakang seperti Avanza.
Dalam kurun waktu 2016-2017 penjualan wholesales Avanza per bulan rata-rata sekitar 9.000 sampai 10 ribu unit. (ryh/mik)