"Pada Juni 2019 akan mulai produksi 50 ribu unit. Kami mengantarkan startup ini sampai masuk industri," kata Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Retno Sumekar usai konferensi pers di kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Jumat (5/4).
Gesits merupakan motor yang diproduksi PT Wijaya Manufakturing (WIMA), perusahaan konsorsium PT Gesits Technologies Indo (GTI) dengan anak perusahaan BUMN PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi (PT WIKA).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jokowi Minta Gesits Meluncur Januari 2019 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Retno mengatakan Kemenristekdikti memang berperan fasilitator untuk mengawinkan startup dengan industri. Kemenristekdikti berperan sebagai 'mak comblang' untuk menyatukan kepentingan startup dan industri.
"Peran Kemenristekdikti memfasilitasi agar startup Gesits bisa diproduksi massal yang artinya harus digarap oleh industri besar. Fungsi kami memediasi kepentingan startup dan industri agar mendapatkan kesepakatan untuk bekerja sama," kata Retno.
Lihat juga:100 Unit Gesits Pesanan Jokowi 'Istimewa' |
Sebelumnya Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkap rencana untuk mulai memasarkan kepada umum Gesits pada Januari 2019. Hal tersebut diungkapkan usai menghadiri diskusi di Kantor Gubernur Jatim di Surabaya, Kamis (21/11/2018). Namun hingga saat ini kegiatan produksi Gesits belum juga terdengar.
Pihak GTI rencananya ikut pamera IIMS 2019 yang berlangsung akhir bulan ini. GTI juga akan menyediakan fasilitas uji jalan untuk pengunjung yang penasaran dengan performanya. (jnp/mik)