"Jadi minggu depan, iya benar untuk C-HR hybrid," kata Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto di Jakarta.
Menurut pria yang karib disapa Soerjo itu peluncuran C-HR hybrid tidak dipaksa mengingat regulasi kendaraan listrik di Indonesia belum juga terbit sampai sekarang. Dia bilang pihaknya sudah memperhitungkan peluncuran C-HR hybrid matang-matang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Toyota Siapkan C-HR 'Hybrid' untuk Indonesia |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TAM pernah menyatakan tidak mengejar target penjualan pada C-HR. Model kedua dengan Toyota New Global Architecture (TNGA) di dalam negeri ini disebut punya pasar terbatas.
Sama seperti model konvensional, Soerjo memastikan C-HR Hybrid datang dari Thailand. Di sana varian hybrid menggunakan mesin 2ZR-FXE 1.800 cc dengan transmisi E-CVT.
"C-HR juga jadi tonggak mobil hybrid," kata Soerjo.
Di Indonesia, C-HR Hybrid akan menemukan persaingan bersama crossover Nissan X-Trail Hybrid yang sudah meluncur sejak Agutus 2015. Soerjo belum mau memaparkan soal harga, namun masuk akal bila diposisikan tidak begitu jauh dari X-Trail Hybrid yang dijual Rp664,7 juta.
"Pokoknya detil mobil ini baru akan saya sampaikan tanggal 22 April, jadi tunggu saja," kata Soerjopranoto. (ryh/fea)