Blue Bird telah mengkonfirmasi Model X 75D yang dijadikan Silverbird dibeli dari Prestige. Prestige mengungkap Blue Bird telah membeli empat unit, namun saat peluncuran armada taksi listrik di Jakarta, Senin (22/4), Blue Bird mengatakan menyediakan lima unit Model X 75D.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suku Cadang Mercy
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesamaan suku cadang tersebut, bilang Rudy, merupakan hasil kerjasama antara induk Mercedes-Benz, yaitu Daimler, yang sudah menanam saham di Tesla.
"Karena Tesla menggunakan bahan yang konvensional. Jadi suku cadang Tesla mirip sama Mercedes-Benz. Tapi kalau tidak ready stock, spare part akan kami inden," kata Rudy.
Lihat juga:Perburuan Taksi Listrik Selain BYD dan Tesla |
Kendati begitu, Rudy mengatakan mobil Tesla minim perawatan. Soal upgrade perangkat lunak juga disebut mudah dilakukan yakni dengan cara 'over the air'. Mobil tinggal dihubungkan ke internet yang terkoneksi ke pusat kontrol Tesla via WiFi lantas servis atau upgrade bisa dilakukan.
Tanggapan Blue Bird
Direktur Marketing Blue Bird Amelia Nasution menjelaskan kerja sama dengan Prestige diambil sebagai jalan tengah sebab dikatakan Tesla belum punya kantor resmi di Indonesia. Prestige berperan sebagai penyambung lidah antara Blue Bird dan Tesla.
"Tesla kan belum ada kantor di Indonesia. Jadi kami dibantu untuk itu sambil jalan kami juga akan berhubungan dengan Tesla," kata Amelia.
Amelia enggan membocorkan berapa biaya yang dikeluarkan buat membeli Model X75D dari Prestige, namun diketahui Prestige menjual satu unit seharga Rp2,7 miliar. Amelia memaparkan teknisi Blue Bird sudah terlatih buat mengatasi kerusakan pada mobil itu. (ryh/fea)