Tol Trans-Jawa jelas bakal jadi sasaran pemudik apalagi tiga provinsi di Jawa merupakan tujuan mudik terbesar yakni Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Menurut pengamat transportasi Universitas Katholik Soegijapranata, Djoko Setijowarno daerah-daerah yang dilalui tol perlu menyiapkan fasilitas area istirahat yang diperuntukkan bagi pengemudi yang merasa lelah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan perlu ada sistem yang mendukung hal ini. Pengelola jalan tol sebaiknya tidak mengenakan tarif bagi pemudik yang keluar-masuk pintu tol untuk beristirahat di daerah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggunaan rest area pun perlu ada batasan waktu. Djoko menuturkan Ditjenhubdat perlu menyediakan instrumen untuk mencatat waktu masuk dan keluar rest area sehingga kendaraan yang melebihi batas waktu akan dikenakan tarif tinggi.
Kegiatan mudik pun bisa menghidupkan roda perekonomian daerah-daerah yang dilalui tol. Diperkirakan total dana yang akan mengalir ke lokasi tujuan mudik sebesar Rp10,3 triliun.
"Potensi belanja ini mesti dimanfaatkan oleh daerah-daerah yang dilalui Tol Trans-Jawa, salah satunya dengan menyiapkan fasilitas area istirahat di kota atau kabupaten tersebut," imbuhnya. (els/mik)