"(Mega Carry) sudah tidak produksi," kata Head of Brand Development and Marketing Research SIS divisi roda empat Harold Donnel ditemui di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Harold mengatakan untuk segmen komersial pihaknya ingin fokus pada penjualan Carry pikap baru. Alasan lain, Carry baru memiliki perpaduan antara Futura dan Mega Carry.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Suzuki Carry Baru Pakai Mesin Ertiga |
"Kalau seandainya teman-teman lebih detail, produk ini combining dari dua kendaraan Mega Carry dan Futura. Jadi gabungan antara keuletan Futura dengan size Mega Carry," ujar Harold.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mitsubishi Belum Punya Pengganti Colt T120SS |
Selain fitur dan tampilan, dapur pacu Carry kini menggendong mesin serupa dengan Suzuki Ertiga. Mesin itu sudah disesuaikan untuk digunakan pada kendaraan niaga. Mesin baru tersebut diklaim sudah mengantongi standar gas buang Euro 4.
"Jadi secara competitiveness harga, kami percaya dengan fitur yang kurang kebih sama dengan Mega Carry, tapi harga sekompetitif Carry Futura. Makanya kami yakin bisa laris manis," tutup Harold. (ryh/mik)