Menurut Nangoi perusahaan-perusahaan tersebut bakal membenamkan investasi dengan mendirikan pabrik produksi dan perakitan di Indonesia. Dijelaskan Nangi perusahaan yang sudah bisa dipastikan menanamkan investasinya yaitu Hyundai. Sementara produsen Rusia dan BYD masih berunding.
"Investasi baru kami pasti mengharapkan dari Korea Selatan (Hyundai) yang sudah final stage, mudah-mudahan tahun ini atau akhir tahun bisa terlaksana," kata Nangoi saat ditemui di Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (15/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau yang dari Rusia kelihatannya komersial, yang China itu belum rasanya untuk tahun ini (direalisasikan). Rasanya enggak langsung tahun ini, sebagian-sebagian," ucap Nangoi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi menunggu kebijakan yang lebih stabil termasuk harmonisasi pajak," kata Nangoi.
BYD sebelumnya dinyatakan Airlangga siap mengucurkan dana investasi di dalam negeri untuk bermain di segmen kendaraan listrik.
Menurut Airlangga BYD bakal melakukan pilot project di bidang kendaraan komersial seperti bus. BYD juga akan menjadi produsen mobil China ketiga yang masuk Indonesia setelah DFSK dan Wuling.
"Di Indonesia memang saya dengar mereka merencanakan ataupun ingin masuk ke Indonesia, tapi secara kongkret kami belum dapatkan data-data," ucap Nangoi.
(ryh/mik)