Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan penurunan ekspor tersebut imbas dari gejolak perekonomian global, terutama kondisi perekonomian di negara tujuan ekspor seperti Filipina dan negara-negara kawasan Timur Tengah.
"Naik turunnya kondisi perekonomian di sebuah negara tujuan ekspor merupakan hal di luar kontrol atau kendali kami dan tidak terhindarkan. Namun demikian, hal-hal seperti ini tentu telah kami perhitungkan dalam manajemen risiko," kata Bob melalui keterangan resminya, dikutip Senin (27/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Model-model lain tetap memberi kontribusi, antaranya Vios 7.500 unit, Avanza 8.400 unit, Innova, Sienta, Yaris, serta Town Ace/Lite Ace dengan total volume 7.900 unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:MPV dan SUV Bekas yang Dicari Jelang Lebaran |
"Belum ada koreksi terhadap target ekspor. Kami masih optimis target pertumbuhan di atas lima persen dapat tercapai," ujar Bob.
Ia menambahkan untuk merealisasikan target pihaknya telah menyiapkan strategi melalui penambahan negara tujuan ekspor untuk tahun ini.
Lihat juga:MPV dan SUV Bekas yang Dicari Jelang Lebaran |