Taksi listrik Blue Bird menjadi kendaraan kedua setelah sebelumnya bus listrik buatan Mobil Anak Bangsa (MAB) melayani penumpang di bandar udara Soekarno-Hatta yang diresmikan delapan bulan lalu.
MAB hanya sebatas uji coba tahap pertama sebagai bahan evaluasi memastikan bus layak untuk digunakan melayani para penumpang di bandar udara Soetta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun saat ini Terminal 3 telah mengimplementasikan Intelligence Building Management System, di mana teknologi tersebut menjaga agar Terminal 3 beroperasi sebagai eco airport dengan mengatur pengeluaran air, penggunaan listrik, dan sebagainya.
"Kerja sama antara AP II dan Blue Bird dalam menghadirkan taksi listrik ini diharapkan dapat menjadi stimulus agar konsep eco airport dapat menyentuh lebih luas lagi ke sektor lainnya di Bandara Soekarno-Hatta," ujar Awaluddin.
Rencana ke depan dari perusahaan taksi ini dapat mengoperasikan 200 mobil listrik hingga 2020, di mana perusahaan akan mampu menghilangkan 434,095 kg emisi CO2 atau konsumsi BBM sebanyak 1.898.182 liter.
Sedangkan dengan penambahan 2.000 unit mobil listrik pada periode 2020-2025 diklaim akan mampu menghilangkan 21.704.760 kg emisi CO2 atau setara dengan konsumsi BBM sebanyak 94.909.091 liter. (ryh/mik)