Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi berdasarkan keterangan resminya, pada 29 Mei (H-7) motor yang melintas sejumlah 96.627 unit atau melonjak 127 persen dibanding rekaman pada 2018 sebanyak 42.556 unit.
Peningkatan signifikan juga terpantau pada 30 Mei (H-6), yaitu naik 138 persen menjadi 83.128 unit dari 34.838 unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang ada korelasi yang signifikan antara mudik gratis dengan penggunaan bus, karena di luar mudik gratis itu terjadi penurunan (pengguna bus) tapi dengan kendaraan pribadi mengalami peningkatan. Sepeda motor secara umum ada peningkatan yang cukup tinggi dibanding tahun 2018, saya kira karena banyak masyarakat yang sudah menguasai penggunaan motor namun kita harapkan tidak dipakai selama mudik. Tapi walaupun pengguna sepeda motor cukup banyak, angka kecelakaan tidak begitu tinggi," ucap Budi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seputar data kecelakaan dibandingkan data tahun 2018 di hari yang sama, menurun sangat tajam sekali. Di 2018 bisa sampai dengan 1.911 kecelakaan dengan korban meninggal dunia 691 orang. Tapi selama 2019 ini yang tercatat di posko kami kecelakaan sejumlah 220 kasus dengan korban meninggal dunia 90 orang," katanya.
"Jadi diharapkan masyarakat tidak ada lagi yang memaksakan diri naik motor untuk mudik," ujar Budi. (fea/mik)