BMW yang sudah melahirkan mobil listrik i3 dan Jaguar yang sudah memproduksi massal i-Pace dipercaya bakal menghemat banyak biaya pengembangan bila melakukan riset bersama.
"Bersama, kami punya peluang melayani lebih efektif kebutuhan pelanggan dengan mempersingkat waktu pengembangan dan membawa kendaraan dan teknologi canggih lebih cepat ke pasar," kata anggota dewan direksi BMW untuk riset dan pengembangan, Klaus Fröhlich, diberitakan Autocar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Peugeot Dikabarkan Beli Jaguar Land Rover |
"Sudah jelas dari diskusi bersama BMW Group bahwa persyaratan kedua perusahaan untuk generasi baru EDU yang mendukung transisi ini memiliki kepentingan signifikan yan membuat kolaborasi ini saling menguntungkan," tutur Rogers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak ada keterangan resmi tentang kalender pengembangan ini.
Jaguar I-Pace. (Foto: REUTERS/Lucy Nicholson) |
Sedangkan Jaguar berencana meluncurkan Evoque dan Discovery Sport versi plug-in hybrid dalam 12 bulan ke depan. (fea)
Jaguar I-Pace. (Foto: REUTERS/Lucy Nicholson)