Motor tanpa emisi gas buang ini dijual Rp24,95 juta off-the-road. Harga yang ditawarkan lebih mahal dari Honda Vario 150 yang dijual Rp23,421 juta.
"Indonesia itu polusinya sudah banyak ya. Motor listrik adalah adalah salah satu solusi ke depan. Untuk mengurangi polusi dengan menggunakan kendaraan listrik," kata Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti, Nada Marsudi di sela-sela acara 76th Asean Costi yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Selasa (25/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nada mengatakan, ke depannya Kemenristekdikti bersama Gesits Technologies Indo (GTI) dan stakeholder terkait akan membangun infrastruktur pendukung kendaraan listrik. Salah satunya adalah charging station yang tersedia di sejumlah wilayah.
"Ke depannya akan dibangun infrastruktur untuk mengecas baterai motor. Jadi lebih ke arah pembangunan infrastruktur," ucap Nada.
CEO GTI Harun Sjech menuturkan produknya sudah mulai bisa dipesan saat ini dan distribusi ke tangan konsumen mulai Juli 2019.
"Kami masih jual off-the-road karena setiap daerah pasti beda kan pajaknya," kata Harun di stan Gesits melalui ajang
Gesits merupakan produk kolaborasi antara anak bangsa dan sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meliputi Wijaya Karya Industri dan Konstruksi, Pindad, Len, Wika Industri Energi, Pertamina, dan PLN.
Dari kolaborasi tersebut tercipta skutik yang menggendong motor listrik bertenaga 6,7 tenaga kuda. Motor listrik tersebut disokong baterai lithium NCM berkapasitas 3 kWh yang diklaim mampu melaju hingga 100 km per dengan satu kali pengisian daya. (jnp/mik)