Pada Mei, Xpander yang sepanjang tahun lalu bertarung ketat dengan Avanza, laku 5.101 unit. Sementara Avanza, pemimpin pasar Low MPV sekaligus mobil terlaris di Indonesia, terjual 7.362 unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Xpander pertama kali diluncurkan di Indonesia pada 2017, sedangkan penjualannya mulai dilakukan pada 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mesin 1.300 cc
Salah satu kekurangan Xpander yakni hanya memiliki satu pilihan mesin, 1.500 cc. Sementara itu, Avanza punya dua opsi buat konsumen, yaitu 1.500 cc yang banyak menyasar konsumen ritel dan 1.300 cc buat pembeli borongan alias fleet seperti untuk rental atau armada perusahaan.
Imam bilang saat ini pihaknya hanya fokus pada mesin 1.500 cc, namun dia menyebut juga mempelajari pasar Low MPV bermesin 1.300 cc.
"Ya kalau kita masuk ke small MPV ada dua mesin, 1.500 cc dan 1.300 cc, kebetulan memang kami masuk di satu segmen, yaitu 1.500 cc. Kalau dilihat 1.500 cc saja itu market share (Xpander) di atas 40 persen. Tapi kalau di (data) Gaikindo karena digabung menjadi satu segmen, kami (Xpander) di 26,6 persen," kata Imam.
Lihat juga:Penjualan Turun, Xpander Disalip Rush |
"Saat ini kami fokus ke ritel, tapi kami juga membaca peluang fleet karena cukup besar dengan mendorong 1.500 cc GLX maupun GLS, karena salah satu pertimbangan di fleet kendaraan operasional adalah cost, dari initial cost karena kaitannya dengan rental fee," ucap Imam.
Berikut Data Penjualan Low MPV Mei 2019:
Avanza 7.362 unit
Xpander 5.101 unit
Ertiga 2.388 unit
Mobilio 1.888 unit
Xenia 1.585 unit
Livina 1.056 unit
Confero 534 unit (fea)