Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi menyampaikan ada sejumlah masalah menerpa perusahaan-perusahaan otomotif sehingga tak bisa hadir di pameran otomotif berlangsung di ICE, BSD, Tangerang.
"Ya namanya kalah menang dalam bersaing itu normal. Mungkin kalau volume kecil, atau kenapa atau ada permasalahan ya mereka akan mengatur strategi baru," kata Nangoi ketika ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (2/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nangoi hal yang sama juga terjadi pada Kia. Kia memang terpantau tak lagi menjadi peserta GIIAS sejak 2017. Merek asal Korea Selatan ini tidak menjadi peserta lantaran sedang memperbaiki bisnisnya di Indonesia.
Seperti diketahui bisnis otomotif Kia kini diambil alih oleh Kreasi Indo Artha, yang merupakan perusahaan patungan Indomobil Sukses Internasional bersama Sarimitra Kusuma Ekajaya.
"Tapi tahulah mereka (Kia) kan sedang turbolensi makanya butuh strategi baru," ucap Nangoi.
Selain itu 10 merek kendaraan komersial dan karoseri, yaKni DFSK, FAW, Hino, Isuzu, Mitsubishi Fuso, Tata Motors, UD Trucks, dari karoseri akan hadir Adi Putro, Laksana, dan Tentrem.
Sedangkan untuk merek sepeda motor yaitu Benelli, Harley Davidson, Honda, Kawasaki, Kymco, KTM, Nozomi, Piaggio, Suzuki, Vespa, dan Viar.
"Kenapa waktu itu AMMdes di launching di GIIAS, karena memanfaatkan animo serta pengunjung GIIAS untuk keangkat agar diketahui masyarakat. Kalau seperti apanya bisa ditanya langsung ke pemerintah ke Kemenperin," tutup Nangoi. (ryh/mik)