Dari rekaman yang beredar luas di dunia maya dapat terlihat bahwa saat itu kondisi lalu lintas sedang padat.
Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan ada faktor yang menjadi penyebab kejadian itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah terlihat visual ada konstruksi. Kok bisa-bisanya begitu tenang berjalan di pinggir jalan tersebut, sangat pinggir. Apa tidak terbaca atau indikasi naluri yang biasanya ada pada manusia. Ketika melihat api menjauh, bila perlu tidak lewati sana," ucap Jusri.
"Contoh lewat jembatan rusak sementara penumpang banyak. Lebih bagus berjalan pelan, terus penumpang diturunkan dulu. Ini salah satu contoh melakukan mitigasi resiko dengan segala kemungkinan paling kecil," ucap Jusri lagi.
Dikatakan Jusri pemangku kepentingan harus memastikan apakah pengendali proyek itu yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta PT Istaka Karya sudah memenuhi standar operasional prosedur (SOP).
"Apakah semua elemen SOP sudah dilakukan," ucap dia.
Jalan proyek underpass di Kentungan yang dilalui mengalami ambles ke kanan. Hal ini menyebabkan kedua kendaraan terperosok masuk ke dalam proyek pembangunan underpass Kentungan. Suasana terjadinya insiden itu cukup padat karena memang mendekati lampu lalu lintas.
(ryh/mik)