Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan untuk jangka waktu pendek mobil yang layak digunakan untuk sebelum masuk ke industri murni mobil listrik adalah mobil hybrid dan plug-in hybrid.
"Mempertimbangkan dilema antara ketersediaan kendaraan EV (listrik) dan infrastrukturnya, maka saya melihat Hyrid EV dan Plug-In Hybrid EV sebagai solusi jangka pendek. Kenapa? Karena kita bisa merelealisasikan visi dan misi penurunan gas buang CO atau penggunaan BBM tanpa memperdebatkan adanya infrasruktur atau tidak," kata pria karib disapai Soerjo dalam keterangan resmi dikutip, Selasa (30/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedangkan jangka panjang, tentunya ATPM (agen tunggal pemegang merek) bersama pemerintah akan memikirkan solusi berikutnya untuk penurunan gas buang CO dan penggunaan BBM melalui Battery EV atau yang lebih ramah lingkungan lagi yaitu Fuel Cell EV," ucap Soerjo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang gunakan skema yang saat ini, dan nanti (regulasi baru) efektifnya dua tahun sejak diberlakukan," kata Putu ditemui di GIIAS 2019.
Putu menjelaskan iklim elektrifikasi yang pemerintah canangkan masih butuh Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) untuk penerapan regulasi kendaraan listrik. (ryh/mik)