Pada 2018, penjualan motor di Indonesia mencapai 6,3 juta unit, sekitar 74 persen atau 4,7 juta unit merupakan merek Honda. Saat ini AHM menawarkan motor Honda harga puluhan juta rupiah hingga miliaran rupiah yang setiap produknya ditujukan untuk beraneka konsumen.
"Sekarang ini konsumen kami terdiri dari baby boomers, kemudian ada generasi X, Y, milenial, dan Z. Tentu saja kami melihatnya dari berbagai aspek," ucap General Manager Honda Customer Care Center (H3C) Division Istiyani Susriyati, di Jakarta, Selasa (6/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:PCX Listrik Akan Dipakai 'Ngojek' |
"Kalau kita lihat sekarang ini masa yang paling gampang, karena apa? Kadang kalau orang makan pun lupa berdoa, yang dilakukan potret dulu. Kenapa? Karena semua larinya kalau enggak ke teori Maslow (teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow) larinya adalah ke aktualisasi diri, bukan biologis. Nah jadi ini juga kita lihat," ucap Istiyani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AHM saat ini punya lebih dari 1.800 dealer dan sekitar 2.000 unit Astra Honda Authorized Service Station (AHASS). Sebanyak 5.888 peserta mengikuti kontes yang pada tahun ini digelar untuk yang ke-13 kali, sementara itu 169 orang lulus untuk diuji di tingkat nasional.
"Ini menjadi salah satu materi uji kami," ucap Istiyani.
Harmonisasi konsumen maksudnya memanfaatkan database konsumen yang dimiliki AHM untuk pendekatan, personalisasi, dan mensegmentasi konsumen sehingga muncul hubungan yang terus berkelanjutan. Terakhir, harmonisasi internal yaitu menyinergikan kerja sama tim.
"Kesimpulannya kita tidak bisa diam, tidak hanya di AHM. Karena konsumen selalu berubah, cepat sekali, teknologi juga berubah, cepat sekali," kata Istiyanti. (fea)