Adira Insurance menilai biaya perbaikan untuk motor premium ketika terjadi kecelakaan cenderung merugikan perusahaan.
Sementara premi atau biaya wajib dengan ketentuan per bulan atau per tahun untuk paket asuransi terbilang kecil, atau sesuai ketentuan premi paket asuransi sebesar 3,5 persen dari harga kendaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memberi contoh biaya perbaikan motor sport premium ber-fairing dengan kerusakan kecil seperti baret di sejumlah bagian menghabiskan dana yang tidak sedikit, atau klaim bisa mencapai bisa puluhan juta rupiah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Uji Nyali Naik Motor di 'Negeri Orang' |
"Misalnya nasabah ada 200 orang, terus yang klaim dalam satu tahun 10-20 orang. Sudah duitnya habis gitu aja," ungkap dia.
Wayan juga mengatakan bahwa motor premium merupakan roda dua dengan risiko kecelakaan cukup tinggi. Sehingga frekuensi klaim motor tidak mungkin sesekali.
"Makanya itu kami sengaja tidak kami push asuransi untuk moge. Soalnya moge itu yang lebih sering jatuh. Makanya itu kami selektif juga (cari konsumen)," tutup Wayan. (ryh/mik)