Seperti diketahui Presiden Joko Widodo pada Senin (26/8) sudah resmi menunjuk ibu kota baru Indonesia, yakni di sebagian wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Dua daerah tersebut terletak di kabupaten Kalimantan Timur.
Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto menuturkan pihaknya belum dapat memprediksi pertumbuhan penjualan di Kalimantan Timur, sebab belum ada data pasti soal jumlah penduduk yang bertambah di sana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah nanti mobil dibawa kesana, atau beli mobil baru dan dipakai di sana?" kata Jongkie saat dihubungi, Selasa (27/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyampaikan penjualan mobil di daerah tertentu pasti naik bila mengalami penambahan penduduk. Dia mencontohkan misalnya di suatu daerah industri tertentu tumbuh kemudian penduduknya bertambah dan ujungnya butuh kendaraan baru.
"Seperti sekarang di Morowali, pasti ada kebutuhan kendaraan bermotor kalau penduduk bertambah di situ," ungkap Jongkie.
"Saya tidak hapal angkanya. Tapi masih kecil, masih sedikit, meski kalau dibanding Papua masih lebih besar, dibanding Maluku, ya masih lebih besar juga," ucap dia.
Sedangkan dari pengakuan Agen Pemegang Merek (APM), ibu kota Jakarta saat ini masih menjadi kontributor terbesar untuk penjualan mobil. Angka penjualan pada wilayah Jakarta dan sekitarnya berkisar 40 persen. Sementara penjualan mobil nasional, mengacu pada data 2018, mencapai 1,1 juta unit. (ryh/fea)