Pabrikan menyediakan tujuh unit Ertiga, dua unit transmisi manual dan lima unit transmisi otomatis. Sementara penghitungan konsumsi bahan bakar menggunakan metode penghitungan full to full atau mobil digunakan dalam keadaan penuh bahan bakar, kemudian tangki bakal diisi penuh ulang di titik finis, sampai batas semula saat pertama diisi pertama kali.
Dalam uji coba ini, CNNIndonesia.com melakukan pengujian untuk Ertiga transmisi otomatis. Setiap Ertiga yang dijajal ditumpangi oleh tiga penumpang dan satu pengemudi dengan berat badan bervariasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah rombongan siap, kami bergerak dari titik start di pabrik Suzuki di daerah Cikarang, Jawa Barat memasuki Tol Cipali untuk mengakhiri perjalanan di Cirebon. Setiap pengemudi terpantau menjaga kecepatan kendaraan.
Seorang rekan yang mengambil alih kemudi tampak sopan menginjak pedal gas. Ia memacu kendaraan tidak terlalu cepat, tapi tidak juga bergerak pelan untuk ukuran mobil melesat di jalan bebas hambatan tol.
Sekitar tiga jam perjalanan kami akhirnya tiba di garis finish, tepatnya di Keraton Kasepuhan, Cirebon. Metode penghitungan full to full mulai dilakukan untuk menentukan seberapa irit pesaing Mitsubihsi Xpander dan Toyota Avanza.
Jumlah bahan bakar yang ditambah bisa diasumsikan merupakan konsumsi selama perjalanan. Untuk menentukan jumlah km per liter, kita dapat membagi jarak tempuh dengan jumlah bahan bakar yang ditambah tadi.
Adapun dari hasil pengujian didapat Ertiga transmisi otomatis menghabiskan 6,2 liter untuk menempuh 184 km. Itu berarti satu liter bisa membawa mobil ini melaju sejauh 29,6 km.
Untuk Ertiga manual konsumsi bahan bakarnya dengan jarak yang sama, yaitu 5,5 liter. Artinya satu liter bisa digunakan untuk 33,4 km. (ryh/mik)