Ada dua sektor yang diubah pada Sienta, yaitu di eksterior dan interior. Wajah Sienta kini lebih sedikit krom, desain baru ada pada gril, bumper, dan bingkai lampu kabut yang kombinasi semuanya menampilkan maskulinitas.
Lihat juga:Toyota Tanggapi Sienta yang Kurang Diminati |
Toyota Sienta 2019. (Dok. Toyota Astra Motor) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toyota juga membenahi kenyamanan sopir dan penumpang dengan penambahan sandaran tangan di bangku depan (khusus varian CVT) dan jok baris kedua untuk varian V dan Q.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jok sopir Toyota Sienta 2019 punya sandaran tangan. (Dok. Toyota Astra Motor) |
Jok baris kedua Toyota Sienta 2019 punya sandaran tangan. (Dok. Toyota Astra Motor) |
Sienta meluncur untuk pertama kalinya di Jepang pada 2003, lantas Toyota memutuskan memproduksi dan menjual generasi keduanya di Indonesia pada 2016.
Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Sienta awalnya 'meledak' kemudian terus menukik sejak meluncur, dari puluhan ribu unit per tahun hingga ratusan unit.
Selama tujuh bulan pada tahun ini, penjualan Sienta hanya 412 unit atau cuma 58 unit per bulan. Pada tahun pertama meluncur penjualannya sanggup nyaris 3 ribu unit per bulan.
Daftar harga Sienta September 2019:
E M/T Rp237,05 juta
G M/T Rp249,05 juta
E CVT Rp255,05 juta
V M/T Rp264,05 juta
G CVT Rp267,05 juta
V CVT Rp282,05 juta
Q CVT Rp302,85 juta
Hasil penjualan Sienta sejak meluncur:
2016 17.931 unit (Juni - Desember)
2017 11.818 unit
2018 5.113 unit
2019 412 unit (Januari - Juli) (fea)
Toyota Sienta 2019. (Dok. Toyota Astra Motor)
