Aroma itu berasal dari berbagai macam pelarut, perekat, plastik, karet, dan bahan-bahan lainnya yang digunakan untuk memproduksi mobil. Banyak bahan itu mengandung Volatile Organic Compounds (VOC) yang di antaranya dapat mematikan bila dihirup pada kuantitas tertentu.
"Itu adalah koktail kimia yang terdiri dari banyak racun. Ada lebih dari 200 senyawa kimia yang ditemukan di kendaraan, karena bahan kimia ini tidak diatur, konsumen jadi tidak tahu bahaya yang mereka hadapi," ucap Jeef Geahart, Direktur Penelitian Ecology Center di Michigan, Amerika Serikat, dilansir dari BBC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pentingnya Jaga Jarak Aman di Jalan Tol |
1. Pada umumnya level VOC dikatakan berkurang setelah enam bulan. Bila sebelum dibeli mobil Anda sudah terparkir lama di gudang penyimpanan, ada kemungkinan aroma itu sudah berkurang terutama bila mobil diparkir di area terbuka yang kena sinar matahari langsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meningkatkan temperatur kabin bisa melepas zat kimia ke udara, ventilasi sebagai jalur aliran udara memastikannya tidak kembali lagi menempel. Setelah proses ini bersihkan kabin dengan lap microfiber dan pembersih.
4. Ada bukti penggunaan ozonator dengan metode benar selama 8-12 jam pada mobil baru bisa merendahkan level VOC. Namun perlu dipahami ozone bisa berbahaya buat kesehatan, jadi cara ini mesti didiskusikan dengan ahli.
5. Produk penyerap bau, seperti yang berbahan arang, khusus untuk mobil bisa membantu mengurangi aroma mobil baru. (fea)