Tidak sedikit pihak menyebut bahwa PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) selaku agen pemegang merek Esemka cuma mengimpor komponen-komponen yang selanjutnya dirakit menjadi produk kendaraan di antaranya pikap Bima. Tudingan lain adalah melakukan rebagde atau sekadar mengganti emblem produk China, yaitu Changan Star Truck.
Mengenai fenomena Esemka, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencoba meluruskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komponen dari berbagai sumber dijelaskan Putu dengan memanfaatkan komponen dari berbagai perusahaan dalam maupun luar negeri.
Masih kata Putu skema part by part multi source itu karena komponen lokal yang digunakan sudah lebih banyak, sehingga Esemka tidak menerapkan IKD. Klaim Kemenperin, Tingkat Kandungan Lokal Dalam Negeri Esemka (TKDN) sudah mencapai 60 persen.
Terkait perusahaan asing yang menjadi pemasok komponen SMK, Putu enggan menjelaskan dengan alasan 'urusan dapur' SMK. Kendati demikian disebut ada 26 perusahaan yang bersedia.
"Kemudian ya di assembling untuk menjadi sistem atau subsistem, misalnya braking system, steering system dan lain lain," ujar dia.
Presiden Direktur SMK Eddy Wirajaya belum merespon saat dimintai keterangan soal proses perakitan mobil-mobil Esemka di Boyolali.
[Gambas:Video CNN] (ryh/mik)