Generasi kedua Captiva merupakan model ekspor pertama SGMW Motor Indonesia, seremonialnya sudah dilakukan pada Rabu (25/9). Rencananya model ini akan dikapalkan sebanyak 2.600 unit hingga akhir tahun ke Thailand, Brunei Darussalam, dan Fiji.
Generasi kedua Captiva merupakan model rebadge Wuling Almaz yang sudah diproduksi SGMW Motor Indonesia sejak awal tahun ini. Bila ditelusuri lagi riwayatnya, Captiva dan Almaz merupakan rebadge dari mobil China Baojun 530.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada generasi pertama Captiva dibuat berdasarkan platform bernama Theta yang dipakai Opel Antara. Platform itu sudah tidak bisa lagi dimanfaatkan setelah GM melepas kepemilikan Opel kepada PSA dari Prancis pada 2017.
Pengembangan generasi kedua Captiva diserahkan kepada perusahaan patungan GM di China bersama SAIC Motor dan Liuzhou Wuling Motors Co Ltd, yaitu SGMW Automobile. SGMW Automobile merupakan induk perusahaan SGMW Motor Indonesia.
Yuniadi H. Hartono, Chevrolet External Affairs and Communications Director GM Indonesia pernah menyatakan keputusan pihaknya berhenti menjual Captiva dan tidak melanjutkan penjualan generasi keduanya atas dasar permintaan pasar.
Sebetulnya sih ini cuma fokus saja karena kita kan di sini ada dua jenis SUV, Trailblazer dan Trax. Keduanya juga umurnya kan baru dua tahun, (pembaruan) baru diluncurkan 2017 kemarin," kata Yuniadi saat dihubungi, Jumat (13/9). (fea/mik)