Head of After Sales Marketing & Development Department Mitsubishi MMKSI Ronald Reagan mengatakan kebocoran itu disebabkan desain suspensi Xpander dirancang guna memberikan kenyamanan buat pengemudi dan penumpang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan dampak kerja keras suspensi itu menghasilkan uap dan terlihat seperti bocor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses pembuatan xpander di pabrik Mitsubishi, Cikarang, Jawa Barat. (Dok. Mitsubishi) |
Ronald mengatakan tidak ada yang salah pada desain suspensi Xpander. Dia juga menolak jika komponen itu disebut cacat.
Ronald bilang pihaknya sudah punya solusi, yaitu melakukan improvisasi jika ada konsumen yang mengeluh ke bengkel terkait suspensi bocor.
"Apa yang kami lakukan meng-improve dari dash protector. Sehingga uap berlebih tidak lengket ke debu dan debu mengakibatkan baret. Yang kami lakukan sekarang mengurangi debu yang bisa mengakibatkan kerusakan suspensi. Dan dealer sudah aware terhadap improvement dan akan menginformasikan ke konsumen," ujarnya.
Menurut Ronald pihaknya sudah berkoordinasi dengan prinsipal Mitsubishi di Jepang terkait langkah penyelesaian ini. Dia tidak ingat berapa banyak konsumen yang sudah mengeluhkan hal ini.
Saat penyelesaian masalah suspensi di dealer resmi Mitsubishi, Ronald menuturkan konsumen tidak akan dikenakan biaya tambahan asalkan masih dalam masa garansi tiga tahun atau 100 ribu km.
"Dan supplier setelah koordinasi teknikal sama Mitsubishi Jepang, usaha yang dilakukan bagaimana debu tidak masuk banyak sehingga kerusakan shockbreaker," kata Ronald. (fea)
