Chairman Toyota Takeshi Uchiyamada mengatakan Mirai salah satu mobil bertenaga hidrogen atau fuel cell yang didedikasikan sebagai kendaraan ramah lingkungan, karena itu pihak pabrikan akan melahirkan generasi terbarunya meski penjualannya yang 'suram' dilansir leftlanenews.com, Senin (30/9).
Mirai pertama kali diperkenalkan di Los Angeles Auto Show pada November 2014, dan diperkenalkan di Jepang satu bulan kemudian. Mobil mulai dijual secara komersil di Jepang pada semester pertama 2015, untuk menyusul pasar Amerika dan Eropa pada pertengahan 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2017, penjualan global Mirai cuma 5.300 unit. Negara dengan penjualan Mirai terbanyak yaitu Amerika Serikat (AS) sebesar 2.900 unit, Jepang (2.100 unit), dan Eropa (200 unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pabrikan Otomotif dalam Kekuasaan Toyota |
Di AS, Mirai dibanderol US$57.500 atau sekitar Rp814 juta, sedangkan model Toyota hybrid lain misal Camry hybrid dijual US$54.477.
Mirai generasi pertama menggunakan kapasitas tangki 70 Mpa atau sekitar 700 bar. Dengan tangki terisi penuh, mobil dapat menempuh jarak hingga 502 km. Jantung penggerak Mirai menggunakan mesin Toyota Fuel Cell System dengan 4 Phase FC boost converter 650V dan power control unit serta AC Synchronous Electric Motor.
Torsi maksimum mobil ini 335 Nm yang diklaim mampu bergerak dari 0-100 km dalam 8 detik.
(ryh/mik)