Marketing and CR Division Head Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso mengatakan Hi-Max ditinggal konsumen Indonesia karena spesifikasinya dianggap terlalu tanggung.
Hi-Max dianggap terlalu kecil soal ukuran mesin yang dirancang dengan kubikasi 1.000 cc dan juga panjang baknya yang tidak sampai 2 m.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebaliknya begitu kami bawa ke Indonesia, juga banyak jalan kecilnya. Tapi ternyata orang anggapnya nangung dan akhirnya lebih memilih Gran Max. Jadi nambah sedikit (uang) itu bisa bawa lebih banyak," kata dia kemudian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu hukum alam, yang tidak laku mau tidak mau kami harus sadar jual yang laku. Itu kan berdasarkan pemilihan konsumen, tapi sekarang kami masih jualan (Hi-Max)," ucap Amelia.
Jika stok unit habis, Daihatsu bakal kembali memproduksi Hi-Max namun jumlahnya dikatakan sedikit, hanya untuk menjaga stok unit. Pada tahun depan, Amelia menambahkan, kemungkinan pihaknya hanya akan menjual Hi-Max yang diproduksi tahun ini.
"Kalau masih ada barangnya (tahun depan) yah dijual, tapi ada produksi kok nanti November," kata Amelia. (ryh/fea)