Natarajan Chandrasekaran, chairman induk perusahaan Tata Motors, Tata Sons Ltd, mengatakan pada Bloomberg bahwa Jaguar Land Rover tidak dijual. Hal ini memastikan spekulasi bahwa konglomerat asal India itu berencana melego Jaguar Land Rover.
Chandrasekaran menyebut Jaguar Land Rover terbuka menjalin hubungan dengan rekanan baru, namun dia mengatakan syaratnya produksi otomotif harus tetap jadi inti bisnis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengeluaran Jaguar Land Rover saat ini telah melampaui kas operasi, namun Chandrasekaran bilang hal itu akan terbalik pada 2021.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaguar Land Rover saat ini mengalami masa sulit di China yang merupakan pasar otomotif terbesar di dunia. Chandrasekaran menyebut di sana penjualan 'runtuh' 50 persen padahal pasar mobil premium sedang naik 8 persen.
Model-model itu dikatakan bermasalah termasuk kasus recall yang menodai citra Jaguar Land Rover. Dealer berusaha melepas stok unit dengan diskon.
Meski di China begitu disoroti, kendala Jaguar Land Rover bukan cuma terjadi di sana. Secara keseluruhan penjualan global turun 11,6 persen.
Pada tahun ini Jaguar Land Rover telah mengumumkan memangkas 4.500 karyawan yang mewakili 10 persen dari seluruh karyawannya. (fea)