Dia menjelaskan fitur mobil masa depan akan lebih canggih dan berbeda dengan mobil yang dijual saat ini.
"Kelahiran mobil menyebabkan 15 juta kuda digantikan oleh mobil di Amerika Serikat. Kuda dapat berkomunikasi dengan orang-orang dan hati mereka. Bagi orang yang mengendarai mereka [kuda], kuda tidak tergantikan. Melalui evolusi kecerdasan buatan, saya pikir mobil juga dapat berkomunikasi dengan orang-orang dan hati mereka," kata Toyoda di Tokyo, Jepang, Rabu (23/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
LQ dilengkapi Artificial Intelligence (AI) "Yui" hasil pengembangan Toyota Research Institute (TRI) yang di dalamnya meliputi teknologi mobil otonom (mobil bergerak otomatis tanpa sopir) dan fitur yang mengerti perasaan pengemudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Toyota Yaris Baru Tak Masuk Indonesia |
"Saya akan mengatakan bahwa ini artinya bahwa masyarakat mobilitas masa depan akan menjadi masyarakat di mana "kuda kesayangan" hidup berdampingan," tukas Toyoda.
Toyota Buktikan Sebagai Perusahaan Mobilitas
Di TMS 2019, Toyota mengusung tema "Mobility Theme Park" dengan tagline "Mobility for All" yang inovatif dengan hanya menampilkan kendaraan masa depan.
Bersamaan dengan pameran bergengsi TMS, perusahaan menampilkan nuansa baru di stan mereka yang terletak di Aomi, Tokyo.
Pantauan CNNIndonesia.com, stan Toyota memajang sejumlah kendaraan pintar mengusung konsep mobilitas mulai e-Palette, e-Care, e-Broom (robot sapu), e-4me, e-Trans dan mobil balap e-Racer. (mik/mik)