Truk 'kelas berat' ini telah dilengkapi artificial intelligence (AI) di dalam sistem kemudi. Dikutip dari keterangan resmi di stan Hino, truk dengan sistem roda penggerak hanya di bagian belakang (RWD 8x4) ini mampu memprediksi tanjakan dan turunan sejauh 100 km berkat Global Positioning System (GPS), sensor on-board, dan peta tiga dimensi (3D).
"[Truk] ini dilengkapi dengan teknologi pertama di dunia dengan AI yang mampu memprediksi beban mengemudi dan melakukan kontrol hybrid secara optimal," demikian keterangan Hino.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasilnya pengemudi akan lebih stabil dalam berkendara karena bobot truk bisa diprediksi," ucapnya, di TMS.
Truk dengan kabin yang muat dua penumpang ini jadi salah satu pusat perhatian di stan Hino. Profia Hybrid memiliki panjang 11,9 m, lebar 2,49 m, dan tinggi 3,77 m dengan bobot mencapai 24,9 ton.
"Profia Hybrid menunjukkan bagaimana sebuah truk tak sekadar canggih, tapi juga sistemnya yang memudahkan. Ini sesuai dengan tema [pameran] kami, 'Transporting Every Happiness'," ujar Hiroyuki Omuri. (arh/fea)