Dijelaskan General Manajer PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Ikhsan Assad, masing-masing SPKLU punya harga berbeda tergantung spesifikasi. SPKLU paling murah disebut jenis medium charging dengan kapasitas 25 kW.
"Yang paling kecil itu medium Rp200 juta, ada tiga unit," kata Ikhsan ditelepon, Rabu (30/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Buat yang fast dengan ultra fast kami sediakan masing-masing satu unit. Yang ultra dan fast itu ada di kantor PLN Jakarta, Gambir," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ikhsan menjelaskan pihaknya sudah mengambil harga termurah untuk pengadaan SPKLU sebab bekerja sama langsung dengan perusahaan penyedia.
Disebut mengatakan ada tiga perusahaan yang memenangkan tender SPKLU PLN yaitu ABB untuk medium charging, Deltaww buat pengadaan ultra fast charging, serta Schneider untuk fast charging.
"Nah itu kami langsung ke pabrikan tidak ke pihak ketiga. Tapi dananya ya tetap dari PLN," ucap dia.
Ikhsan menjelaskan metode pembayaran biaya pengecasan bakal menggunakan teknologi keuangan atau yang biasa disebut fintech. Tahap pertama, menurut dia, PLN bakal menggandeng Link Aja, aplikasi keluaran Telkomsel.
Setelah itu aplikasi keuangan lain misalnya Ovo atau Gopay juga akan digandeng.
"Ya ini sinergi antar BUMN," kata dia.
"Tapi tahap pertama ya kami bantu lah, ada petugas yang mengarahkan meski ada petunjuk manual di sana," ucap Ikhsan. (ryh/fea)