Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) disebut butuh produk 'penyegar' untuk mendongkrak pasar low MPV tujuh penumpang itu.
"Xpander Crossover bagus. Itu strategi sebuah brand, bukan hanya Mitsubishi untuk mengexpand dia punya penjualan. Karena kalau liat dari teori, abis naik kan dia (penjualan Mitsubishi Xpander) turun," kata Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra di Jakarta, Kamis (7/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama 2018 Xpander juga memberi perlawanan sengit terhadap Avanza, meski pada hasil akhirnya di penghujung 2018 tetap berada di posisi kedua sebagai low MPV terlaris. Penjualan Xpander tahun lalu 75.075 unit, sementara Avanza 82.167 unit. Sedangkan Daihatsu Xenia penjualan hanya berjumlah 29.521 unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau mau naik lagi harus keluarkan varian baru itu strategi normal yang dilakukan semua pemain," ucap Amelia.
Lihat juga:Xpander Crossover akan Meluncur Pekan Depan |
Mitsubishi telah membocorkan tampilan Xpander Crossover dalam bentuk foto siluet. Dari foto tersebut dapat terlihat ada penambahan aksesori misalnya roof rail dan over fender untuk menambah tegas kesan SUV.
Hingga kini belum ada keterangan teknis lain soal mobil itu. Tapi kabarnya tetap mempertahankan mesin MIVEC kapasitas 1.500 cc empat silinder dengan penggerak roda depan. Sementara ground clearance naik 20 milimeter dari yang dijual saat ini.
Amelia tidak perlu khawatir andalan baru Mitsubishi itu bisa memukul Xenia. Sebab menurutnya Mitsubishi berdasarkan survei internal ADM bukan kompetitor Daihatsu.
"Konsumen kami itu berbeda. Jadi biasa saja itu (Xpander Crossover). Itu juga kan yang dilakukan Honda (Mobilio-BR-V). Ya biasa saja," tutup Amelia.