Nilai investasi itu disebut langsung oleh Menteri Perindustrian yang baru, Agus Gumiwang Kartasasmita, melalui keterangan resmi. Kata dia investasi itu termasuk untuk pengembangan merek Toyota, Daihatsu, dan Hino.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Agus itu diungkap setelah berkunjung ke Jepang dan menemui direksi Daihatsu Motor Corporation, Hino Motor, Grup Toyota, Suzuki Motor Corporation, Isuzu Japan, Mitsubishi Motor Corporation, dan Honda Motor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itu kan itu juga atas nama Grup Toyota, mana kita tahu, itu mesti dari sana kan masing-masing. Itu kan terdiri dari Toyota, Daihatsu, Hino. Biar ambil satu angka saja," ucap Direktur Marketing ADM Amelia Tjandra saat dihubungi, Kamis (21/11).
Sedangkan mobil Toyota kelas medium-atas yakni Vios, Yaris, Sienta, Innova, dan Fortuner diproduksi di di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Jawa Barat.
Menurut Amelia strategi produksi produk masa depan bakal diatur oleh Grup Toyota.
"Saya hanya mau katakan, karena ini programnya dari Kemenperin datang [ke Jepang], masing-masing grup menyatakan komitmennya. Dan kemenperin sudah mempublikasikannya. Saya ini hanya di Indonesia rasanya tidak pantas berbicara, pakailah sumber-sumber mereka," kata Amelia.
Pada Mei lalu Menteri Perindustrian sebelumnya, Airlangga Hartarto, juga sudah membeberkan rencana masa depan Toyota dan Daihatsu di Indonesia. Hal itu dikatakan usai pertemuan Airlangga dengan direksi Toyota Motor Corporation di Jepang.
Toyota dan Daihatsu disebut bakal memproduksi mobil hibrida di dalam negeri pada 2022. Airlangga juga menyebut model yang akan diproduksi lokal di antaranya SUV dan MPV.
TMMIN pernah menjelaskan pada Mei belum ada keputusan lokasi produksi mobil hibrida itu, entah di pabrik pihaknya atau ADM.
"Nanti kita akan lihat pada 2022 volume produksinya seperti apa di Daihatsu dan Toyota. Dua-duanya masih bisa," jelas Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN, Bob Azam. (fea)