Langkah serupa sebelumnya juga pernah digagas merek otomotif Jerman Mercedes-Benz dengan menyediakan unit pengisian daya baterai kendaraan listrik di mal.
Mercedes-Benz menyediakan dua boks pengisian dengan koneksi colokan berjenis Type 2 dan empat slot lokasi parkir yang dikhususkan untuk pengguna Mercedes-Benz di area pusat perbelanjaan kawasan Jakarta Pusat. Perusahaan menghabiskan biaya sekitar Rp800 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ke depannya, kami akan berkolaborasi dengan beberapa pihak lain guna lebih memperluas wilayah infrastruktur quick charger sebagai bagian dari upaya tersebut," ucap dia.
Fasilitas pengisian daya kendaraan listrik Mitsubishi ini punya dua jenis colokan, pertama berjenis pengisian cepat atau quick charger tipe CHAdeMO (DC) dan normal charger tipe 1.
Ass Manager Product Planning Department MMKSI Hanif Rizky menuturkanp pihaknya mengucurkan investasi sekitar Rp500 juta untuk satu unit pengisian. Unit pengisian tersebut diimpor langsung dari Taiwan melalui perusahaan Delta.
"Nah untuk sementara ini tidak ada tarif alias masih free, selama belum ada ketentuan tarif yang ditetapkan pemerintah," ucap Hanif.
Selain di pusat perbelanjaan, merek Jepang ini juga sudah mendirikan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik di 12 dealer yang tersebar di Jabodetabek, dua dealer di Bali, dan satu di kantor pusat Mitsubishi di bilangan Jakarta Timur.
Perusahaan pelat merah, PLN juga telah menyediakan tempat pengisian daya baterai kendaraan listrik di dua pusat perbelanjaan kawasan Jakarta, yaitu di Senayan dan Pondok Indah. Beda dari Mercedes-Benz dan Mitsubishi, PLN membolehkan seluruh pengguna mobil listrik untuk memanfaatkan fasilitas tersebut.
(ryh/mik)