Ada banyak tantangan motor listrik di dalam negeri, termasuk soal lama pengecasan baterai yang tidak secepat motor konvensional isi bensin. Hal ini dipercaya bakal menyulitkan penerimaan masyarakat sebab itu dibutuhkan solusi.
Produsen Motor Listrik, Emiten ke-39 Jual Saham Perdana 2019
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Darma konsep sistem tukar baterai mirip penggunaan tabung gas elpiji yang begitu habis tinggal diganti. Sistem ini juga dinilai bakalan mudah diterima bila baterai tersedia di banyak lokasi, misalnya di toko kelontong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengungkap biar memudahkan konsumen tukar baterai ada cara langganan, yakni konsumen membayar sejumlah uang agar bisa mengganti baterai di mana saja dan kapan saja selama periode tertentu.
"Misalnya sekarang untuk baterai swap ini sebulan membership-nya hanya Rp 250rb. Daripada sekarang beli bensin, mesti maintenance untuk mesinnya. dengan hanya Rp 250 ribu bebas saja pakai. Kalau dia [energi baterai] habis tinggal cek di aplikasi, di mana ada baterai swap, tinggal tukar saja," jelas Darma.
Darma mengungkap Juara Bike sedang mengembangkan motor baru dengan baterai lithium-ion. Motor baru itu rencananya bakal dijual mulai 2020.
Sistem tukar baterai sebenarnya sudah dibicarakan lebih dulu oleh produsen motor listrik Gesits Technologies Indo bersama Pertamina. Namun hingga motor listrik Gesits diluncurkan pada Juli sistem itu belum terlaksana. (fea)