"Terkoreksi sedikit, ya tidak banyak masih di bawah lima persen," kata Head Sales and Promotion Kawasaki Motor Indonesia (KMI) Michael C. Tanadhi ditemui di Jakarta belum lama ini.
Michael enggan menyebutkan penurunan penjualan Kawasaki, namun jika melihat dari produk, KMI punya beragam model. Ia hanya optimistis penjualan keluarga KLX, W, Ninja, dan motor sport lain berkubikasi besar Kawasaki bersaing pada pasar nasional hingga akhir 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi dibandingkan tahun lalu kami tumbuh empat persen," ucap Thomas di Ambarawa, Jawa Tengah.
Dijelaskan Thomas, skuter matik masih menjadi tulang punggung penjualan AHM. Penjualan skutik tumbuh hingga tujuh persen.
[Gambas:Video CNN]
Matik 110 cc masih menjadi yang terlaris misalnya BeAt dan Scoopy dengan total mencapai 200 ribu unit per bulan. Itu belum ditambah Genio dengan jualan 35 ribu unit per bulan.
"Kalau di kami itu kontribusi 87 persen penjualan masih matik. Tapi matik 110 cc masih terlaris sampai sekarang. Sementara bebek turun 8 persen, sport turun 17 persen," tutur Thomas.
Mengutip data penjualan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan roda dua dalam negeri pada 2018 sentuh 6.383.111 unit atau melewati target 6,1 juta unit. Pencapaian itu sekaligus melewati angka penjualan 2017, sebanyak 5.886.103 unit atau tumbuh 5,8 persen.
Masih berdasarkan data AISI 2018, sepeda motor mesin 65-124 cc mendominasi penjualan dengan torehan 3.681.892 unit, sementara sepeda motor berkubikasi 125-149 cc mencapai 1.806.599 unit. (ryh/mik)