Seperti kita ketahui sejak kemarin Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan deras. Sejumlah foto pun beredar di media sosial yang memperlihatkan sepeda motor menjadi korban banjir. Bagi pemilik motor sebaiknya jangan sembarangan membongkar mesin motor yang habis terendam air.
Pemilik bengkel RI Matic Shop Muhammad Ikim menyampaikan langkah pertama agar motor tak rusak setelah terendam banjir, yakni tidak menyalakan mesin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bengkel, motor bakal melalui beberapa penanganan. Misalnya pengurasan pelumas mesin yang sudah tercampur air. Ini untuk memastikan ruang bakar bebas dari air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Solar masukin ke dalam mesin itu trik murah lah ya. Jadi itu untuk ngebersihin supaya tidak karat," ucapnya.
[Gambas:Twitter]
Ikim mengatakan tak perlu mengganti komponen misalnya busi atau saringan udara jika masih bisa dikeringkan secara manual.
Air yang masuk ke ruang bakar potensi melalui celah-celah kecil potensi merusak komponen di dalamnya. Umum terjadi air bisa merusak stang seher.
"Ya air itu masuknya lewat sela-sela, kalau motor karburator bisa lewat intake atau injeksi lewat trotel bodi," kata Ikim.
Perawatan motor skutik
Perbaikan motor skuter matik (skutik), Ikim mengatakan agak sedikit beda. Jika air masuk ke ruang CVT, langkah pertama harus membongkar rumah CVT dan keringkan.
Setelah dilakukan pengeringan, semprot komponen CVT menggunakan cairan anti karat, jangan menggunakan bensin, apalagi gemuk.
"Tapi kalau ruang mesin ya sama kuras dulu oli mesinnya dan ganti dengan oli baru," tutupnya. (ryh/mik)