Peneliti astronomi di Observatorium Bosscha, Moedji Raharto menyarankan masyarakat menggunakan kaca mata pelindung untuk bisa mengamati Gerhana Matahari agar menjaga mata dari risiko paparan fenomena alam Gerhana.
Mengingat batasan tersebut, ada sebuah terobosan dari industri otomotif. Pabrikan memproduksi mobil dengan fitur panoramic roof.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa mobil model produksi sudah menyajikan fitur tersebut di antaranya, Scion tC, Hyundai Veloster, MINI Cooper Hardtop 2-Door, Kia Optima dan Volvo XC60.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umum sekali bahwa ukuran panoramic roof sudah disesuaikan dengan desain atap mobil. Sementara lapisan kaca memastikan pemiliknya bisa melihat momen langka Gerhana Matahari tanpa memakai kaca mata khusus.
Gerhana Matahari parsial pertama kali Indonesia terjadi di wilayah Aceh, yakni pukul 10.19 WIB. Menyusul setelahnya di beberapa wilayah di Sumatera, seperti Batam, dan Riau.
Pada wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), Bandung, serta sebagian wilayah Indonesia hanya dapat 'menikmati' fenomena Gerhana Matahari Sebagian.
Puncak Gerhana Matahari Cincin (GMC) terjadi di Siak, Riau terjadi pukul 12.17 WIB, menyusul Singkawang Kalimantan pukul 12.43 WIB. (ryh/mik)