Seperti kita ketahui, mengemudikan supercar tidak sama seperti mobil-mobil pada umumnya, misalnya Multi Purpose Vehicle (MPV), Sport Utility Vehicle (SUV), maupun sedan. Asal 'bejek' pedal gas, supercar bukan tidak mungkin 'melintir' sehingga beresiko pada keselamatan pengemudi, penumpang, bahkan pengguna jalan lain.
Hal ini berkaca pada kasus kecelakaan MS menabrak separator busway akibat hilang kendali di kawasan Jakarta Pusat pada Selasa (24/12) dini hari saat mengendarai Lamborghini Gallardo. MS adalah adik AM, tersangka kasus penodongan menggunakan senjata api kepada dua pelajar di Kemang, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disarankan bagi pengemudi yang belum terbiasa untuk mengaktifkan mode berkendara normal, karena umumnya kerja mesin lebih 'kalem' ketimbang mode berkendara lainnya. Praktis mobil lebih mudah dikendalikan.
"Jangan asal injek gas, pahami dahulu mobilnya. Mobil ini beda dengan mobil biasanya. Gunakan mode berkendara yang paling santai. Supercar itu kan punya pilihan mode. Pilih yang rendah supaya kemampuan mesin itu tidak keluar semua," kata Jusri dihubungi melalui telepon, Kamis (26/12).
Fitur itu dipercaya bisa membantu ban tidak slip atau meningkatkan daya cengkeram ban ke aspal. Karena itu jangan pernah mematikan fitur tersebut, kecuali mobil berada di sirkuit dan di baliknya seorang pengemudi profesional.
"Jangan bergaya segala mematikan fitur, misalnya kontrol traksi. Itu kalau dimatikan bisa menyebabkan roda spin (berputar tak terkendali). Kalau sudah pengalaman tidak apa-apa karena mereka memang mau cari sensasi berkendara," ucapnya.
Perlu dipahami supercar punya ground clearance rendah. Sehingga pengemudi juga harus pintar memilah jalan, mengingat jalan di Indonesia bergelombang, penuh lubang, dan banyak polisi tidur.
Cara pengereman pun menurut Jusri harus diperhatikan. Mengingat mobil ini bisa melaju sangat cepat, untuk itu pengemudi harus memperhitungkan waktu yang pas untuk mengerem atau menghindar jika ada objek muncul mendadak di depan.
"Ingat ini teori dasar semakin berat semakin besar momentum. Semakin besar tenaga semakin besar momentum, semakin cepat semakin besar momentumnya," kata Jusri.
Jusri menambahkan mengemudi supercar selalu gunakan akal sehat. Pikirkan segala risiko, salah perhitungan bisa membuat mobil bergerak liar dan tentu kemudi bakal susah untuk dikendalikan.
[Gambas:Video CNN] (ryh/mik)