Menteri Kehakiman Libanon Albert Serhan menjelaskan kepada Associated Press bahwa negaranya bakal 'melakukan tugasnya' atas peringatan Interpol. Namun dia menjelaskan Ghosn masuk ke Libanon menggunakan paspor legal dan ada kemungkinan tidak akan menyerahkannya ke Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Red notice dari interpol bukanlah permintaan mengikat berlandaskan hukum yang memaksa penegak hukum di seluruh dunia untuk menemukan dan menangkap seseorang. Permintaan ini juga bukan surat penangkapan dan tidak mengharuskan Libanon menangkap Ghosn, meski begitu Libanon mesti menentukan sikap atas permintaan Interpol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dugaan di media bahwa istri saya Carole dan anggota keluarga saya lainnya terlibat dalam kepergian dari Jepang adalah salah. Saya mengorganisasikan kepergian sendiri. Keluarga saya tidak terlibat," ucap dia dalam pernyataan keduanya pada pekan ini.
Ghosn telah mendapatkan bebas dengan jaminan US$14 juta di Jepang, namun dia memanfaatkan kebebasan itu dengan melarikan diri. Cara Ghosn kabur sampai sekarang masih jadi misteri.
Serhan mengatakan bakal memanggil Ghosn dan meminta informasi darinya. Dia menyebut bakal melakukan 'tindakan pencegahan' bila perlu melakukan respons atas permintaan Interpol.
Serhan juga bilang hingga sekarang belum menerima permintaan ekstradisi dari Jepang dan dia juga mengingatkan kedua negara tidak punya kesepakatan ekstradisi. (fea)