Spesialis keamanan siber asal Israel, GuardKnox, mendemonstrasikan di Consumer Electronics Show (CES) yang digelar di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, simulasi penyerangan pada mobil Formula 1.
Lihat juga:FOTO: Mobil Masa Depan yang Menjadi Nyata |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peluang penyerangan semakin tinggi sebab otomotif dunia pada saat ini menginginkan teknologi otonom pada mobil listrik yang berbasis komputasi awan. Mobil ini juga dirancang bisa berkomunikasi, misalnya dengan mobil lainnya atau infrastruktur kota pintar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu 11 September yang menggunakan roda," ucap Shliseil saat sesi wawancara di CES, dilansir dari AFP.
Kebanyakan peretasan melibatkan pembukaan pintu mobil, namun disebut area yang meningkat yaitu menargetkan perangkat lunak atau koneksi ke komputasi awan.
"Skenario paling parah adalah bila seseorang memfungsikan salah satu fitur mobil saat semestinya tidak dilakukan, dan itu dilakukan ke banyak mobil. Sebagai contoh, bila seseorang menyalakan rem pada semua kendaraan model tertentu pada saat bersamaan. Itu bisa jadi bencana," kata Wakil President Upstream Dan Sahar.
Menurut dia berbagai model mobil modern saat ini berbagi spesifikasi, sehingga disimpulkan semuanya juga memiliki kerentanan desain yang sama. (fea)