Importir Umum (IU) mobil listrik Tesla di Indonesia Prestige Image Motorcars menilai kebijakan tersebut potensi menambah populasi kendaraan listrik di Jakarta. Alasannya karena harga kendaraan listrik bisa semakin terjangkau.
Sedangkan kendaraan konvensional harga jualnya perlu ditambah BBN sebesar 12,5 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengatakan masyarakat bakal lebih terbuka menyambut era kendaraan listrik sebab ada insentif selain pajak di DKI, yakni bebas aturan ganjil genap di jalan Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu Deputy Marketing Director Hyundai Mobil Indonesia (HMI) Hendrik Wiradjaja menilai selain insentif, yang dibutuhkan adalah ketersediaan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik secara merata.
Hendrik berharap Pertamina dan PLN mempercepat menyediakan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di wilayah ibu kota.
"Bukan hanya Pergub, bukan hanya APM menyediakan mobilnya, Pertamina dan PLN harus terus menyediakan infrastruktur baru efektifitas akan keliatan," ucap Hendrik.
Di Indonesia, HMI diketahui sudah mulai memasarkan mobil listrik murni, Ioniq.
"Tapi pada dasarnya tetap positif dengan Pergub tersebut, apalagi ada insentif lain seperti ganjil genap," ucap Hendrik. (ryh/mik)