Mengutip AFP, keuangan Nissan merosot lantaran menurunnya permintaan dan dampak dari penangkapan mantan bos Nissan Carlos Ghosn. Perusahaan pun telah merevisi target penjualan dan laba bersih sepanjang tahun fiskal.
"Biarkan saya menyatakan penyesalan yang tulus kepada pemegang saham. Realisasi kinerja perusahaan lebih rendah dari yang diharapkan," ungkap CEO Nissan Makoto Uchida, Minggu (16/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, perusahaan mobil asal Jepang ini tercatat rugi bersih sebesar 26,1 miliar yen untuk periode Oktober 2019-Desember 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
"Nissan berada dalam situasi sangat parah pada saat persaingan di pasar mobil global semakin meningkat," kata Analis Mobil Satoru Takada.
Manajemen Nissan memperkirakan hanya dapat mengantongi laba bersih sebesar 65 miliar yen untuk tahun fiskal hingga Maret 2020. Angkanya turun dibandingkan dengan proyeksi awal yang mencapai 110 miliar yen.
Sementara, penjualan perusahaan diproyeksi hanya sebesar 10,2 triliun yen. Perkiraan tersebut turun dari sebelumnya yang mencapai 10,6 triliun yen.
"Pasar tetap percaya bahwa ada kaitannya dengan virus corona," kata Uchida.
Sejauh ini, analis sedang menghitung dampak dari virus corona terhadap produksi Nissan di China. Nissan sendiri telah menghentikan operasional empat pabriknya di Negeri Tirai Bambu tersebut. (aud/mik)