Dalam prosesnya, perusahaan otomotif asal Amerika Serikat itu 'diserang' pecinta lingkungan karena potensi membunuh semut, burung, dan kelelawar di lokasi pembangunan pabrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada saat proses pemindahan hewan-hewan tersebut Tesla tampaknya akan menemui kesulitan, sebab harus dilakukan dengan trik khusus. Contohnya saat memindahkan semut-semut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Dalam kondisi itu perusahaan setidaknya harus berlomba-lomba antara pabrik diresmikan pada 2021 dan mengembalikan hak satwa liar ke lokasi yang letaknya jauh dari aktivitas produksi mobil Tesla.
Serikat Konservasi Alam dan Keanekaragaman Hayati Jerman (NABU) juga menjelaskan bahwa memindahkan satwa liar kelelawar tidak akan mudah. Perusahaan wajib melibatkan ahli saat melakukan pemindahan hewan-hewan tersebut.
"Agar tidak mengganggu kelelawar, mereka harus dipindahkan pada saat hibernasi," kata direktur NABU Christiane Schroeder di Brandenburg kepada Berliner Zeitung.
Menteri Lingkungan Jerman Brandenburg Axel Vogel juga memperingatkan bahaya sisa bom era Perang Dunia II di lokasi pabrik. Sebab bulan lalu pemerintah telah menemukan tujuh bom Perang Dunia II yang ditemukan di lokasi pabrik Gigafactory Tesla. (mik)