Selama dua bulan sejak wabah itu merebak dari China dikatakan belum ada dampak langsung ke pasar komersial di dalam negeri, namun potensi gangguan diproyeksi bakal melanda.
Direktur Pemasaran dan Purna Jual UD Astra Motor Indonesia, Aloyisius Chrisnoadhi, menjelaskan pasar kendaraan komersial pada tahun ini bakal menjalani masa sulit pasalnya dimulai dengan berbagai situasi global, salah satunya virus corona. Dia memprediksi penjualan UD Trucks akan sama seperti tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kurang lebih akan sama dengan tahun lalu, itu proyeksi tahun ini. Kita tahu bulan Januari mulai terganggu dengan adanya [masalah] global, ada virus [corona]. Itu pengaruh, kemungkinan dari produktivitas di China juga turun. Produksi apapun juga terganggu karena libur dan lain sebagainya, pasti terganggu," ucap Chrisnoadhi saat dijumpai di Tangerang, Rabu (26/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi rasanya kemungkinan akan ada implikasinya, tinggal sejauh mana kasus ini akan berdampak, pada akhirnya pasti ke penjualan," kata Chrisnoadhi.
[Gambas:Video CNN]
Chrisnoadhi juga bilang pihaknya sedang menata mitigasi bila virus corona berdampak langsung pada pasar kendaraan komersial.
Sebelumnya Gaikindo sudah menjelaskan belum ada satupun dari 40 anggotanya yang melaporkan mengalami gangguan produksi karena virus corona. Dipahami bersama bahwa Wuhan, sumber penyebaran virus corona, merupakan lokasi berbagai pabrik otomotif, termasuk di antaranya penyuplai komponen.
Sementara itu salah satu anggota Gaikindo asal China, DFSK, menjelaskan larangan penerbangan dari Indonesia ke China dan sebaliknya karena virus corona menghambat pergerakan karyawan asal China untuk pulang kampung atau mengunjungi Tanah Air.
Per Rabu (26/2), jumlah korban meninggal karena virus corona dilaporkan mencapai 2.763 jiwa di seluruh dunia, sebanyak 48 di antaranya di luar China. Virus dengan nama ilmiah Covid-19 ini sudah menginfeksi 78.064 orang di seluruh dunia. (fea/mik)