Tisu basah yang setidaknya mengandung 40 persen alkohol bisa digunakan untuk membersihkan permukaan area kabin yang berdekatan dengan penumpang. Pastikan tisu basah langsung dibuang setelah digunakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai sekarang belum ada kajian ilmiah resmi yang menyatakan Covid-19 bisa bertahan sampai sembilan hari, namun lama hidup itu dipelajari dari wabah sebelumnya, virus corona SARS pada 2002 yang pernah menewaskan hampir 800 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain tisu basah, antiseptik pada hand sanitizer dengan kandungan alkohol setidaknya 60 persen juga bisa digunakan buat mengelap permukaan yang dicurigai lokasi menempelnya virus. Pemakaiannya bisa menggunakan tisu kering lantas dibuang.
Alkohol Merusak Interior
Sejauh ini antiseptik yang mengandung alkohol dirasa sanggup mencegah penyebaran virus di benda mati. Namun penggunaannya di kabin mobil dirasa dilema sebab alkohol cenderung merusak material interior.
Service Head Auto2000 Jayakarta Hendra Leksmono menjelaskan penggunaan cairan antiseptik mesti hati-hati sebab dikatakan bisa merusak plastik dan pelapis kulit jika dipakai terlalu sering.
"Cuma meski hati-hati juga karena cairan itu mengandung alkohol tinggi. Takutnya malah merusak estetika dari warna interior," kata Hendra melalui telepon, Senin (2/3).
"Takutnya kalau dilap misalnya dasbor, itu bisa berubah warna. Pakai tisu basah juga. Jadi boleh saja asal jangan sering dan tisu atau lapnya jangan terlalu basah alkohol," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
Hendra menambahkan pengemudi mobil disarankan menjaga kebersihan diri sebelum berkendara. Menyediakan hand sanitizer di mobil dikatakan bisa membantu menjaga kesehatan pengemudi dan penumpang.
"Paling efektif cegah diri. Ya kalau diri sendiri ya pake masker, cuci tangan pake hand sanitizer. Di mobil siapin juga buat semprot tangan," ungkapnya.
Bedanya Gejala Selesma, Flu, dan Corona Covid-19. (CNNIndonesia/Basith Subastian) |
