Selain mencari alternatif negara, Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam, mengatakan, pihaknya bakal mengoptimalkan vendor lokal agar dapat melokalisasi komponen yang biasanya diperoleh dari China.
"Kami cari negara alternatif atau kemungkinan untuk lokalisasi," kata Bob melalui pesan singkat, Kamis (12/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pabrik-pabrik di China terpaksa berhenti menyesuaikan perintah otoritas setempat menekan penularan Covid-19. Keputusan tersebut memberi dampak negatif terhadap industri otomotif global yang biasa mendapat pasokan komponen dari China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
"Ya seperti Jepang, Thailand, atau negara ASEAN lain. Yang penting juga tentunya di Indonesia sendiri, jadi kami harus kompetitif," ujar Bob.
Bob menyampaikan dengan stok komponen yang tersisa kini, produksi masih dikategorikan aman hanya sampai Maret 2020. Sedangkan untuk bulan-bulan selanjutnya masih dalam pemantauan.
"Masih kami pantau sampai dengan akhir Maret produksi aman sesuai dengan yang direncanakan. Tapi April ke depan kami masih monitor. Yang komponen China biasanya tier 1 atau tier 2," ujar Bob. (ryh/fea)