Semua mobil Lamborghini diproduksi di pabrik di Sant'Agata Bolognese, kota di utara Bologna. Lamboghini menyatakan secara resmi pabrik itu bakal ditutup hingga 25 Maret.
"Tindakan ini adalah aksi tanggung jawab sosial dan kepekaan tinggi terhadap orang-orang kami, dalam situasi luar biasa yang kami hadapi saat ini," ucap CEO Lamborghini Stefano Domenicali disitat dari Autonews.com, Jumat (13/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah menyatakan pabrik dapat melanjutkan operasi, namun dengan 'tindakan pencegahan'.
Lamborghini merupakan merek supercar terbesar kedua di China, episentrum penyebaran Covid-19. Pada tahun lalu Lamborghini mengekspor 770 unit mobil ke China dan sekitarnya termasuk Hong Kong dan Macau, jumlah itu terbesar kedua setelah Amerika Serikat sejumlah 2.374 unit. (fea)